Gugur kandungan | klasifikasi abortus

Klasifikasi Abortus

Dalam ilmu kedokteran, istilah-istilah ini digunakan untuk membedakan aborsi:

  • Spontaneous abortion: gugur kandungan yang disebabkan oleh trauma kecelakaan atau sebab-sebab alami.
  • Induced abortion atau procured abortion: pengguguran kandungan yang disengaja. Termasuk di dalamnya adalah:
    • Therapeutic abortion: pengguguran yang dilakukan karena kehamilan tersebut mengancam kesehatan jasmani atau rohani sang ibu, kadang-kadang dilakukan sesudah pemerkosaan.
    • Eugenic abortion: pengguguran yang dilakukan terhadap janin yang cacat.
    • Elective abortion: pengguguran yang dilakukan untuk alasan-alasan lain.

Abortus spontanea

Abortus spontanea merupakan abortus yang berlangsung tanpa tindakan, dalam hal ini dibedakan sebagai berikut:

  • Abortus imminens, Peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.

A. Pengertian Abortus imminen adalah perdarahan bercak yang menunjukkan ancaman terhadap kelangsungan sauatu kehamilan. Dalam kondisi seperti ini kehamilan masih mungkin berlanjut atau dipertahankan. (Syaifudin. Bari Abdul, 2000) Abortus imminen adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 20 minggu, tanpa tanda-tanda dilatasi serviks yang meningkat ( Mansjoer, Arif M, 1999) Abortus imminen adalah pengeluaran secret pervaginam yang tampak pada paruh pertama kehamilan ( William Obstetri, 1990)

B. Etiologi Abortus dapat terjadi karena beberapa sebab yaitu:

1. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi, biasanya menyebabkan abortus pada kehamilan sebelum usia 8 minggu. Faktor yang menyebabkan kelainan ini adalah:
  • a. Kelainan kromosom, terutama trimosoma dan monosoma X
  • b. Lingkungan sekitar tempat impaltasi kurang sempurna
  • c. Pengaruh teratogen akibat radiasi, virus, obat-obatan temabakau dan alkohol
2. kelainan pada plasenta, misalnya endarteritis vili korialis karena hipertensi menahun
3. faktor maternal seperti pneumonia, typus, anemia berat, keracunan, dan toksoplasmosis.
4. kelainan traktus genetalia, seperti inkompetensi serviks (untuk abortus pada trimester kedua), retroversi uteri, mioma uteri, dan kelainan bawaan uterus.

C. Gambaran Klinis

  1. Terlambat haid atau amenorhe kurang dari 20 minggu
  2. pada pemeriksaan fisik: keadaan umum tampak lemah kesadaran menurun, tekanan darah normal atau menurun, denyut nadi normal atau cepat dan kecil, suhu badan normal atau meningkat
  3. perdarahan pervaginam mungkin disertai dengan keluarnya jaringan hasil konsepsi
  4. rasa mulas atau kram perut, di daerah atas simfisis, sering nyeri pinggang akibat kontraksi uterus
  5. pemeriksaan ginekologi:
  • a. Inspeksi Vulva: perdarahan pervaginam ada atau tidak jaringan hasil konsepsi, tercium bau busuk dari vulva
  • b. Inspekulo: perdarahan dari cavum uteri, osteum uteri terbuka atau sudah tertutup, ada atau tidak jaringan keluar dari ostium, ada atau tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium.
  • c. Colok vagina: porsio masih terbuka atau sudah tertutup, teraba atau tidak jaringan dalam cavum uteri, besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan, tidak nyeri saat porsio digoyang, tidak nyeri pada perabaan adneksa, cavum douglas tidak menonjol dan tidak nyeri.

D. Patofisiologi Pada awal abortus terjadi perdarahan desiduabasalis, diikuti dengan nerkrosis jaringan sekitar yang menyebabkan hasil konsepsi terlepas dan dianggap benda asing dalam uterus. Kemudian uterus berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu, villi korialis belum menembus desidua secara dalam jadi hasil konsepsi dapat dikeluarkan seluruhnya. Pada kehamilan 8 sampai 14 minggu, penembusan sudah lebih dalam hingga plasenta tidak dilepaskan sempurna dan menimbulkan banyak perdarahan. Pada kehamilan lebih dari 14 minggu janin dikeluarkan terlebih dahulu daripada plasenta hasil konsepsi keluar dalam bentuk seperti kantong kosong amnion atau benda kecil yang tidak jelas bentuknya (blightes ovum),janin lahir mati, janin masih hidup, mola kruenta, fetus kompresus, maserasi atau fetus papiraseus.

Komplikasi:

  1. Perdarahan, perforasi syok dan infeksi
  2. pada missed abortion dengan retensi lama hasil konsepsi dapat terjadi kelainan pembekuan darah.

E. Pathway

F. Pemeriksaan penunjang

  1. Tes kehamilan positif jika janin masih hidup dan negatif bila janin sudah mati
  2. pemeriksaan Dopler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup
  3. pemeriksaan fibrinogen dalam darah pada missed abortion

Data laboratorium

  1. Tes urine
  2. hemoglobin dan hematokrit
  3. menghitung trombosit
  4. kultur darah dan urine

G. Masalah keperawatan

  1. Kecemasan
  2. intoleransi aktivitas
  3. gangguan rasa nyaman dan nyeri
  4. defisit volume cairan

H. Diagnosis keperawatan

  1. Cemas berhubungan dengan pengeluaran konsepsi
  2. nyeri berhubungan dengan kontraksi uterus
  3. risiko tinggi defisit volume cairan berhubungan dengan perdarahan
  4. kehilangan berhubungan dengan pengeluaran hasil konsepsi
  5. intoleransi aktivitas berhubungan dengan nyeri

I. Tujuan

DX I: Mengurangi atau menghilangkan kecemasan
DX II: Mengurangi atau menghilangkan rasa sakit
DX III: Mencegah terjadinya defisit cairan
DX IV: Mengurangi atau meminimalkan rasa kehilangan atau duka cita
DX V: Klien dapat melakukan aktivitas sesuai dengan toleransinya

J. fokus intervensi DX I: Cemas berhubungan dengan pengeluaran hasil konsepsi Intervensi:

- Siapkan klien untuk reaksi atas kehilangan
- Beri informasi yang jelas dengan cara yang tepat

DX II: nyeri berhubungan dengan kontraksi uteri Intervensi:

- Menetapkan laporan dan tanda-tanda yang lain. Panggil pasien dengan nama lengkap. Jangan tinggalkan pasien tanpa pengawasan dalam waktu yang lama
- Rasa sakit dan karakteristik, termasuk kualitas waktu lokasi dan intensitas
- Melakukan tindakan yang membuat klien merasa nyaman seperti ganti posisi, teknik relaksasi serta kolaburasi obat analgetik

DX III: Risiko tinggi defisit volume cairan berhubungan dengan perdarahan Intervensi:

- Kaji perdarahan pada pasien, setiap jam atau dalam masa pengawasan
  1. Kaji perdarahan Vagina: warna, jumlah pembalut yang digunakan, derajat aliran dan banyaknya
  2. kaji adanya gumpalan
  3. kaji adanya tanda-tanda gelisah, taki kardia, hipertensi, dan kepucatan
- monitor nilai HB dan Hematokrit

DX IV: Kehilangan berhubungan dengan pengeluaran hasil konsepsi Intervensi:

- Pasien menerima kenyataan kehilangan dengan tenang tidak dengan cara menghakimi
- Jika diminta bisa juga dilakukan perawatan janin
- Menganjurkan pada pasien untuk mendekatkan diri pada Tuhan YME

DX V: Intoleransi aktivitas berhubungan dengan nyeri Intervensi:

- Menganjurkan pasien agar tiduran
- Tidak melakukan hubungan seksual
  • Abortus insipiens, Peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus.
  • Abortus inkompletus, Pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus.
  • Abortus kompletus, semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan.

Abortus provokatus / Induced

Abortus provokatus merupakan jenis abortus yang sengaja dibuat/dilakukan, yaitu dengan cara menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar tubuh ibu. Pada umumnya bayi dianggap belum dapat hidup di luar kandungan apabila usia kehamilan belum mencapai 28 minggu, atau berat badan bayi kurang dari 1000 gram, walaupun terdapat beberapa kasus bayi dengan berat dibawah 1000 gram dapat terus hidup. Pengelompokan Abortus provokatus secara lebih spesifik:

  • Abortus Provokatus Medisinalis/Artificialis/Therapeuticus, abortus yang dilakukan dengan disertai indikasi medik. Di Indonesia yang dimaksud dengan indikasi medik adalah demi menyelamatkan nyawa ibu. Syarat-syaratnya:
  1. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukannya (yaitu seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan) sesuai dengan tanggung jawab profesi.
  2. Harus meminta pertimbangan tim ahli (ahli medis lain, agama, hukum, psikologi).
  3. Harus ada persetujuan tertulis dari penderita atau suaminya atau keluarga terdekat.
  4. Dilakukan di sarana kesehatan yang memiliki tenaga/ peralatan yang memadai, yang ditunjuk oleh pemerintah.
  5. Prosedur tidak dirahasiakan.
  6. Dokumen medik harus lengkap.
  • Abortus Provokatus Kriminalis, aborsi yang sengaja dilakukan tanpa adanya indikasi medik (ilegal). Biasanya pengguguran dilakukan dengan menggunakan alat-alat atau obat-obat tertentu.
En otros idiomas
Afrikaans: Aborsie
aragonés: Alborto
العربية: إجهاض
مصرى: اجهاض
asturianu: Albuertu
azərbaycanca: Abort
башҡортса: Аборт
žemaitėška: Abuorts
беларуская: Аборт
беларуская (тарашкевіца)‎: Аборт
български: Аборт
বাংলা: গর্ভপাত
bosanski: Pobačaj
català: Avortament
کوردی: لەبەرچوون
čeština: Interrupce
Cymraeg: Erthyliad
dansk: Abort
Zazaki: Kurtaj
Ελληνικά: Έκτρωση
English: Abortion
Esperanto: Aborto
español: Aborto
eesti: Abort
euskara: Abortu
فارسی: سقط جنین
suomi: Abortti
føroyskt: Fosturtøka
français: Avortement
Frysk: Abortus
Gaeilge: Ginmhilleadh
galego: Aborto
Avañe'ẽ: Membykua
हिन्दी: गर्भपात
Fiji Hindi: Abortion
hrvatski: Pobačaj
հայերեն: Վիժում
interlingua: Aborto
Ilokano: Alis
íslenska: Fóstureyðing
italiano: Aborto
ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut: ᐃᓄᐃᑎᑦᑐᖅ
日本語: 妊娠中絶
Patois: Abaashan
Basa Jawa: Aborsi
ქართული: აბორტი
Kabɩyɛ: Hɔɔ lɩzɩɣ
қазақша: Аборт
한국어: 낙태
Кыргызча: Аборт
Latina: Abortus
Lëtzebuergesch: Ofdreiwung
Limburgs: Abortus
lumbaart: Abort
lietuvių: Abortas
latviešu: Aborts
मैथिली: गर्भपतन
Malagasy: Fanalan-jaza
македонски: Абортус
മലയാളം: ഗർഭഛിദ്രം
монгол: Аборт
मराठी: गर्भपात
Bahasa Melayu: Pengguguran
Malti: Abort
नेपाली: गर्भपतन
Nederlands: Abortus
norsk nynorsk: Abort
norsk: Abort
Chi-Chewa: Kuchotsa mimba
occitan: Avortament
ଓଡ଼ିଆ: ଗର୍ଭପାତ
ਪੰਜਾਬੀ: ਗਰਭਪਾਤ
Kapampangan: Abortion
polski: Aborcja
Piemontèis: Abòrt
پنجابی: ابورشن
português: Aborto
Runa Simi: Sulluchiy
română: Avort
русский: Аборт
русиньскый: Аборт
srpskohrvatski / српскохрватски: Abortus
සිංහල: ගබ්සාව
Simple English: Abortion
slovenčina: Interrupcia
slovenščina: Splav
chiShona: Kubvisa nhumbu
српски / srpski: Побачај
svenska: Abort
Kiswahili: Utoaji mimba
తెలుగు: గర్భస్రావం
Türkmençe: Abort
Tagalog: Pagpapalaglag
Türkçe: Kürtaj
татарча/tatarça: Аборт
українська: Аборт
oʻzbekcha/ўзбекча: Abort
Tiếng Việt: Phá thai
Winaray: Punit
吴语: 堕胎
ייִדיש: אבארטאציע
Yorùbá: Ìṣẹ́yún
中文: 堕胎
Bân-lâm-gú: Jîn-kang liû-sán
粵語: 落仔