The Da Vinci Code (film)

The Da Vinci Code
The da vinci code.jpg
SutradaraRon Howard
Produser
SkenarioAkiva Goldsman
BerdasarkanThe Da Vinci Code 
oleh Dan Brown
Pemeran
MusikHans Zimmer
SinematografiSalvatore Totino
Penyunting
  • Daniel P. Hanley
  • Mike Hill
Perusahaan
produksi
  • Imagine Entertainment
  • Rainmaker Digital Effects
  • Skylark Productions
DistributorColumbia Pictures
Tanggal rilis
  • 19 Mei 2006 (2006-05-19)
Durasi
148 menit[1]
NegaraAmerika Serikat
Bahasa
Anggaran$125 juta[2]
Pendapatan kotor$758,2 juta[2]

The Da Vinci Code adalah film thriller misteri buatan Amerika Serikat tahun 2006 yang disutradarai oleh Ron Howard dan naskahnya ditulis oleh Akiva Goldsman, diadaptasi dari novel laris tahun 2003 dengan judul sama karya Dan Brown. Film ini dibintangi oleh Tom Hanks, Audrey Tautou, Ian McKellen, Alfred Molina, Jürgen Prochnow, Jean Reno, dan Paul Bettany.

Di dalam film ini, ketika berada di Paris, seorang profesor simbologi dan ikonografi religius dari Universitas Harvard yang bernama Robert Langdon adalah tersangka utama dalam pembunuhan yang tidak lazim terhadap seorang kurator Museum Louvre bernama Jacques Saunière. Dalam tubuhnya, polisi telah menemukan suatu sandi yang membingungkan dan sejak saat itu polisi memulai penyelidikan yang misterius.[3] Langdon dapat meloloskan diri dengan bantuan seorang kriptolog polisi, Sophie Neveu, dan mereka terlibat dalam pencarian Piala Suci (Cawan Suci). Langdon menyadari bahwa kurator tersebut merupakan anggota suatu kelompok rahasia. Dalam kelompok tersebut para anggotanya adalah: Da Vinci, Victori Hugo, Botticelli, dan sebagainya.[3] Ia dikejar oleh seorang kapten polisi Prancis bernama Bezu Fache. Seorang sejarawan Piala dari Britania, Sir Leigh Teabing, memberitahu mereka kalau Piala Suci yang sebenarnya dikodekan secara eksplisit dalam lukisan dinding Leonardo da Vinci, Perjamuan Terakhir. Yang juga mencari Piala tersebut yaitu suatu faksi rahasia dalam Opus Dei, suatu prelatur Takhta Suci yang sebenarnya, yang ingin menjaga rahasia Piala tersebut; pengungkapan rahasia itu dipandang sebagai serangan terhadap Kekristenan.

Film ini, sama seperti novelnya, dianggap kontroversial. Gereja Katolik Roma secara khusus menyampaikan kritikan keras dengan tudingan bahwa film ini berada di luar konteks penyembunyian selama dua ribu tahun terkait Piala Suci yang sebenarnya serta konsep bahwa Yesus Kristus dan Maria Magdalena menikah dan mereka memiliki seorang putri. Banyak kalangan yang mendesak kaum awam untuk memboikot film ini. Dua organisasi, Priori Sion dan Opus Dei, tampil menonjol dalam kisah tersebut. Di dalam novelnya, Dan Brown mengklaim bahwa Priori Sion serta "... semua penggambaran karya seni, arsitektur, dokumen dan ritus rahasia dalam novel ini adalah akurat".

Kendati mendapat ulasan campuran hingga negatif dari para kritikus, film ini memperoleh kesuksesan besar karena menghasilkan US$224 juta dalam akhir pekan pembukaannya di seluruh dunia, dan total pendapatan kotornya $758 juta di seluruh dunia sehingga menjadi film dengan pendapatan kotor tertinggi kedua pada tahun 2006 setelah Pirates of the Caribbean: Dead Man's Chest.

Ringkasan plot

Jacques Saunière, kurator Museum Louvre, dikejar sampai Galeri Besar oleh seorang rahib albino Katolik bernama Silas, yang meminta lokasi "batu kunci" Priori agar dapat menemukan dan menghancurkan Piala Suci. Saunière menuntunnya ke jalan yang salah dan dibunuh; polisi menemukan jenazahnya dalam pose seperti Manusia Vitruvian. Kapten polisi Bezu Fache memanggil simbolog Amerika bernama Robert Langdon untuk meneliti jenazah Saunière. Langdon menemukan suatu pesan tersembunyi yang terungkap melalui cahaya hitam, mengandung barisan bilangan Fibonacci yang tidak beraturan. Seorang kriptografer polisi dan cucu Saunière, yaitu Sophie Neveu, mengungkapkan kepada Langdon bahwa Fache menanam suatu pelacak pada dirinya, percaya kalau ia membunuh Saunière karena suatu pesan untuk menemukannya, yang dihapus oleh Fache. Keduanya berhasil menyingkirkan pelacak tersebut dan menyelinap ke dalam Museum Louvre, menemukan petunjuk tambahan dalam karya-karya Leonardo da Vinci. Langdon menyimpulkan bahwa Saunière adalah grand master Priori Sion.

Terungkap bahwa Silas bekerja untuk seseorang yang tidak diketahui namanya yang disebut Guru, bersama para anggota Opus Dei yang dipimpin oleh Uskup Aringarosa. Sambil menghindari polisi, Langdon dan Sophie pergi ke Bank Penyimpanan Zurich, menemukan sebuah kotak simpanan yang dapat dibuka menggunakan deret Fibonacci. Di dalamnya terdapat sebuah cryptex: wadah silindris dengan pesan papirus tersembunyi yang hanya dapat diakses menggunakan lima lempeng pemutar yang bertuliskan huruf-huruf. Ketika polisi tiba, Langdon dan Sophie dibantu oleh Andre Vernet sang manajer bank semata-mata agar ia dapat menyandera mereka di belakang truk, dan ia menuntut cryptex tersebut. Langdon berhasil melucuti Vernet, dan ia melarikan diri dengan Sophie.

Diskusi antara Sir Leigh Tebing, Robert Langdon, dan Sophie Neveu.

Keduanya mengunjungi Sir Leigh Tebing, seorang ahli Piala Suci yang adalah teman Langdon, yang mengklaim bahwa Piala tersebut bukanlah sebuah cawan melainkan Maria Magdalena, yang benar-benar hamil dan istri dari Yesus Kristus, dan Piala tersebut dibentuk untuk melindungi keturunan mereka. Opus Dei telah berupaya untuk menghancurkannya untuk melindungi kredibilitas Vatikan. Saat itu Silas masuk, namun Teabing merobohkannya. Kelompok tersebut melarikan diri ke London menggunakan pesawat pribadi Teabing, ditolong oleh Remy Jean kepala pelayannya. Mereka melakukan perjalanan menuju Temple Church, tetapi petunjuk untuk membuka cryptex tersebut adalah suatu "hering merah". Silas dibebaskan oleh Remy, yang mengaku sebagai Guru, menyandera Teabing dan menaruhnya di bagasi mobilnya ketika Silas bersembunyi di sebuah rumah aman Opus Dei. Teabing meracuni Remy dan mengirim polisi untuk menangkap Silas, yang bunuh diri dengan bantuan polisi setelah secara tidak sengaja melukai Aringarosa, yang segera ditangkap oleh Fache agar dapat menggunakan dirinya untuk memburu Langdon.

Langdon dan Sophie berhadapan dengan Teabing, terungkap sebagai sang Guru, yang ingin menjatuhkan Gereja karena penipuan dan penganiayaan selama berabad-abad. Ketiganya pergi menuju Westminster Abbey ke makam Isaac Newton, salah seorang mantan grand master Priori Sion. Langdon melempar cryptex tersebut ke udara, Teabing menangkapnya namun papirus itu hancur. Polisi tiba untuk menangkap Teabing, tetapi ia menyadari bahwa Langdon telah terlebih dahulu mengeluarkan dan memecahkan kode cryptex tersebut. Kode yang terungkap itu adalah "apple" (apel), seturut penemuan berbasis gravitasi oleh Newton, dan petunjuk itu mengarahkan Langdon dan Sophie ke Kapel Rosslyn di Skotlandia.

Di dalamnya, mereka menemukan kalau makam Magdalena sudah tidak ada. Langdon menyadari bahwa keluarga Sophie meninggal karena suatu kecelakaan mobil, tetapi media melaporkan kalau ia juga meninggal. Saunière bukan kakeknya yang sesungguhnya, tetapi pelindungnya, dan ia adalah keturunan terakhir Yesus Kristus. Keduanya disambut oleh beberapa anggota Priori, termasuk nenek Sophie, yang berjanji untuk melindunginya. Langdon dan Sophie berpisah, Sophie kembali ke Paris. Sementara sedang bercukur, Langdon melukai dirinya sendiri dan mendapat suatu pencerahan ketika darahnya mengalir di wastafel, mengingatkan dia akan Garis Mawar. Ia mengikuti garis tersebut menuju Louvre, menemukan bahwa Piala Suci tersembunyi di bawah piramida ikoniknya dan ia berlutut di hadapannya sebagaimana dahulu Ksatria Templar melakukannya.

En otros idiomas
žemaitėška: Da Vinčė kuods
polski: Kod da Vinci
srpskohrvatski / српскохрватски: The Da Vinci Code (film)