Tempat pembuangan akhir

TPA di Jakarta pada tahun 2004.

Tempat pembuangan akhir (disingkat TPA) adalah tempat untuk menimbun sampah dan merupakan bentuk tertua perlakuan sampah.

TPA dapat berbentuk tempat pembuangan dalam (di mana pembuang sampah membawa sampah di tempat produksi) begitupun tempat yang digunakan oleh produsen. Dahulu, TPA merupakan cara paling umum untuk limbah buangan terorganisir dan tetap begitu di sejumlah tempat di dunia.

Sejumlah dampak negatif dapat ditimbulkan dari keberadaan TPA. Dampak tersebut bisa beragam: musibah fatal (misalnya, burung bangkai yang terkubur di bawah timbunan sampah); kerusakan infrastruktur (misalnya, kerusakan ke akses jalan oleh kendaraan berat); pencemaran lingkungan setempat (seperti pencemaran air tanah oleh kebocoran dan pencemaran tanah sisa selama pemakaian TPA, begitupun setelah penutupan TPA); pelepasan gas metana yang disebabkan oleh pembusukan sampah organik (metana adalah gas rumah kaca yang berkali-kali lebih potensial daripada karbon dioksida, dan dapat membahayakan penduduk suatu tempat); melindungi pembawa penyakit seperti tikus dan lalat, khususnya dari TPA yang dioperasikan secara salah, yang umum di Dunia Ketiga; jelas pada margasatwa; dan gangguan sederhana (misalnya, debu, bau busuk, kutu, atau polusi suara).

Daftar tempat pembuangan akhir

Indonesia

En otros idiomas
Alemannisch: Deponie
العربية: دفن النفايات
Aymar aru: T'una uchaña
български: Сметище
bosanski: Deponija
català: Abocador
čeština: Skládka
dansk: Losseplads
Deutsch: Deponie
English: Landfill
Esperanto: Rubodeponejo
eesti: Prügila
euskara: Zabortegi
עברית: מטמנה
íslenska: Landfylling
italiano: Discarica
日本語: 最終処分場
lietuvių: Sąvartynas
latviešu: Izgāztuve
Nederlands: Vuilnishoop
norsk: Deponi
occitan: Descarga
português: Aterro sanitário
русский: Свалка
srpskohrvatski / српскохрватски: Deponija
Simple English: Landfill
slovenščina: Smetišče
српски / srpski: Депонија
svenska: Soptipp
Türkçe: Çöplük
українська: Звалище
Tiếng Việt: Bãi thải
中文: 堆填