Spektrum pancar

Spektrum emisi lampu halida logam.
Demonstrasi emisi garis D natrium 589 nm D2 (kiri) dan 590 nm D1 (kanan) menggunakan pembakar yang sumbunya dicelup air garam

Spektrum pancar atau spektrum emisi unsur kimia atau senyawa kimia adalah spektrum frekuensi dari radiasi elektromagnetik yang dipancarkan karena adanya atom atau molekul membuat transisi dari keadaan energi tinggi ke keadaan energi yang lebih rendah. Energi foton yang dipancarkan foton adalah sama dengan perbedaan energi antara kedua keadaan. Ada banyak kemungkinan transisi elektron untuk masing-masing atom, dan setiap transisi memiliki perbedaan energi spesifik. Kumpulan transisi yang berbeda ini, yang menyebabkan perbedaan panjang gelombang yang dipancarkan, sehingga membuat sebuah spektrum emisi. Masing-masing spektrum emisi unsur adalah unik. Oleh karena itu, spektroskopi dapat digunakan untuk mengidentifikasi unsur-unsur dalam bahan yang tidak diketahui komposisinya. Demikian pula, spektrum emisi molekul dapat digunakan dalam analisis kimia suatu zat.

Emisi

Dalam fisika, emisi adalah suatu proses ketika suatu partikel yang berada pada keadaan energi mekanika kuantum yang lebih tinggi berubah ke keadaan yang lebih rendah melalui emisi foton, sehingga menghasilkan cahaya. Frekuensi cahaya yang dipancarkan adalah fungsi dari energi transisi. Sesuai dengan hukum kekekalan energi, perbedaan antara kedua keadaan sama dengan energi yang dibawa oleh foton. Keadaan energi transisi dapat menyebabkan emisi dengan rentang frekuensi yang lebar. Misalnya, sinar tampak yang dipancarkan oleh keadaan elektronik dalam atom dan molekul (kemudian fenomena ini disebut fluoresensi atau fosforesensi). Sebaliknya, transisi kelopak nuklir dapat memancarkan sinar gamma berenergi tinggi, sementara transisi spin nuklir memancarkan gelombang radio berenergi rendah.

Pancaran sinar suatu objek menjadi ukuran jumlah cahaya yang dipancarkannya. Ini dapat terkait dengan sifat lain objek tersebut melalui hukum Stefan–Boltzmann. Untuk sebagian besar zat, jumlah emisi bervariasi sesuai suhu dan komposisi spektroskopik obyeknya, sehingga menyebabkan penampakan suhu warna dan garis emisi. Pengukuran yang tepat pada banyak panjang gelombang memungkinkan identifikasi zat melalui spektroskopi emisi.

Emisi radiasi biasanya dijelaskan menggunakan mekanika kuantum semi klasik: tingkat energi partikel dan jarak ditentukan dari mekanika kuantum, dan cahaya diperlakukan sebagai medan listrik berosilasi yang dapat mendorong transisi jika berada dalam resonansi dengan frekuensi alami sistem. Masalah mekanik kuantum diberi perlakuan dengan menggunakan teori perturbasi tergantung waktu dan menyebabkan hasil umum yang dikenal sebagai aturan emas Fermi. Deskripsi ini telah digantikan oleh elektrodinamika kuantum, walaupun versi semi klasik tetap lebih berguna dalam perhitungan yang paling praktis.

En otros idiomas
aragonés: Espectro atomico
العربية: طيف الانبعاث
беларуская: Эмісійны спектр
Ελληνικά: Εκπομπή
Esperanto: Energia spektro
فارسی: طیف گسیلی
Kreyòl ayisyen: Espèk emisyon
ಕನ್ನಡ: ಅಣುರೋಹಿತ
Bahasa Melayu: Spektrum pancaran
Nederlands: Emissielijn
norsk nynorsk: Emisjonsspekter
srpskohrvatski / српскохрватски: Emisioni spektar
Simple English: Emission spectrum
српски / srpski: Emisioni spektar
українська: Емісійний спектр
oʻzbekcha/ўзбекча: Atom spektrlari
Tiếng Việt: Quang phổ phát xạ
中文: 發射光譜