Republik pisang

Istilah republik pisang diciptakan ( ca. 1904) oleh penulis Amerika Serikat O. Henry (William Sydney Porter, 1862–1910).

Republik pisang adalah istilah ilmu politik untuk menyebut negara yang politiknya tidak stabil dan ekonominya sangat bergantung pada ekspor sumber daya terbatas, misalnya pisang. Negara seperti ini biasanya memiliki kelas sosial bertingkat yang meliputi kelas pekerja miskin yang besar dan plutokrasi elit bisnis, politik, dan militer yang berkuasa. [1] Oligarki politik-ekonomi ini mengendalikan produksi primer agar bisa mengeksploitasi ekonomi negara tersebut. [2]

Penafsiran modern

Negara-negara [3] yang merdeka dari negara kolonial pada abad ke-20 dan 21 cenderung memiliki ciri khas republik pisang karena politiknya dipengaruhi perusahaan swasta besar, contohnya Maladewa (perusahaan resor) [4] dan Filipina (industri tembakau, pemerintah Amerika Serikat dan perusahaan-perusahaannya, dan pemerintah Republik Rakyat Cina). [5] [6]

Pada tanggal 14 Mei 1986, Menteri Keuangan Australia Paul Keating menyatakan bahwa Australia berpotensi menjadi republik pisang. [7] Pernyataan ini mendapat banyak komentar dan kritik [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] dan dipandang sebagai titik balik dalam sejarah politik dan ekonomi Australia. [17]

En otros idiomas
azərbaycanca: Banan respublikası
Ελληνικά: Μπανανία
Esperanto: Bananrespubliko
hrvatski: Banana-država
íslenska: Bananalýðveldi
македонски: Банана-држава
Nederlands: Bananenrepubliek
norsk nynorsk: Bananrepublikk
srpskohrvatski / српскохрватски: Banana republika
Simple English: Banana republic
slovenščina: Bananska republika
српски / srpski: Банана држава
svenska: Bananrepublik
Türkçe: Muz cumhuriyeti
татарча/tatarça: Банан республикасы
Tiếng Việt: Cộng hòa chuối