Penduduk asli Taiwan

Penduduk Asli Taiwan
Taiwanese aboriginese deerhunt1.png
Perburuan Rusa (捕鹿), 1746
Informasi umum
  • Total populasi
2014: 533,600[1]
  • Tanah air di Taiwan
    • Pegunungan yang membentang dalam lima rangkaian dari ujung utara sampai ujung selatan pulau tersebut
    • Dataran timur sempit
    • Pulau Anggrek (Lán Yǔ)
  • Bahasa
14 bahasa Formosa hidup. Beberapa bahasa terancam dan bahasa hampir mati.
Tribes

Penduduk asli Taiwan (Tradisional: 臺灣原住民; Pinyin: Táiwān yuánzhùmín; Pe̍h-ōe-jī: Tâi-ôan gôan-chū-bîn) adalah istilah yang umumnya ditujukan kepada suku bangsa pribumi di Taiwan, yang berjumlah lebih dari 530,000 jiwa dan meliputi sekitar 2.3% dari populasi di pulau tersebut. Penelitian terkini menyatakan bahwa leluhur mereka tinggal di Taiwan pada sekitar 8,000 tahun yang lalu sebelum imigrasi besar Han yang dimulai pada abad ke-17.[2] Penduduk asli Taiwan adalah suku bangsa Austronesia, dengan hubungan linguistik dan genetik dengan kelompok etnis Austronesia lainnya, yang meliputi orang-orang dari Filipina, Malaysia, Indonesia, Madagaskar dan Oseania.[3][4] Masalah identitas etnis yang tak terhubung dengan Asia daratan telah menjadi salah satu salah satu bahan pembicaraan dalam permasalahan terkait status politik Taiwan.

Selama berabad-abad, penduduk asli Taiwan mengalami persaingan ekonomi dan konflik militer dengan serangkaian para pendatang baru yang membuat koloni. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang disentralisasi dirancang untuk diadakannya perubahan bahasa dan asimiliasi kebudayaan, serta kontak berkelanjutan dengan para anggota koloni melalui perdagangan, pernikahan silang dan proses silang budaya lainnya, yang mengakibatkan berbagai kematian bahasa dan hilangnya identitas kebudayaan. Contohnya, dari sekitar 26 bahasa yang pernah dipakai penduduk asli Taiwan (secara kolektif disebut sebagai rumpun bahasa Formosa), sekitar sepuluh bahasa sekarang menjadi punah, lima bahasa hampir mati,[5] dan beberapa bahasa meraih status bahasa terancam. Bahasa-bahasa tersebut merupakan signifikansi sejarah yang unik, sejak sebagian besar linguis sejarah menganggap Taiwan sebagai tempat asal dari keluarga bahasa Austronesia.[2]

Para pemakai bahasa Austronesia di Taiwan awalnya tersebar di sebagian besar wilayah pegunungan di tengah pulau tersebut dan terkonsentradi di desa-desa di sepanjang daratan aluvial. Sejumlah besar penduduk asli Taiwan saat ini tinggal di pegunungan dan perkotaan.

Penduduk asli Taiwan menghadapi masalah ekonomi dan sosial, yang meliputi angka pengangguran yang tinggi dan pendidikan yang masih di bawah standar. Sejak awal 1980an, beberapa kelompok penduduk asli aktif memperjuangkan peningkatan politik penentuan nasib sendiri dan pengembangan ekonomi.[6] Kebangkitan kesadaran etnis dikeluarkan dalam beberapa cara oleh penduduk asli, termasuk memasukkan unsur-unsur budaya mereka dalam musik pop yang sukses secara komerial. Upaya yang dilakukan oleh penduduk asli tersebut dilakukan untuk membangkitkan praktik kebudayaan tradisional dan menyajikan bahasa-bahasa tradisional mereka. Festival Kebudayaan Austronesia di Kota Taitung adalah salah satu acara dimana para anggota suku mempromosikan budaya penduduk asli. Selain itu, beberapa suku-suku pribumi secara khusus terlibat dalam industri pariwisata dan eko-pariwisata dengan tujuan meningkatkan ekonomi berdikari dan menyajikan budaya mereka.[7]

En otros idiomas