Merek
English: Brand

Merek (bahasa Inggris: brand) atau jenama adalah tanda yang dikenakan oleh pengusaha (pabrik, produsen, dan sebagainya) pada barang yang dihasilkan sebagai tanda pengenal. [1][2] American Marketing Association (AMA) mendefinisikan merek sebagai “a name, term, sign, symbol, or design, or a combination of them, intended to identify the goods and services of one seller or group of sellers and to differentiate them from those of competitors” (Kottler, 2000: 404)[3]. Hal ini senada dengan yang dikatakan Aaker bahwa merek adalah nama dan/ atau simbol yang sifatnya membedakan (berupa logo atau simbol, cap atau kemasan) untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau kelompok penjual (Aaker, 1996)[4]. Merek merupakan frontliner sebuah produk, suatu tampilan awal yang memudahkan konsumen mengenali produk tersebut. Pada prinsipnya merek merupakan janji penjual atau produsen yang secara kontinyu membawa serangkaian kesatuan tampilan (performance), manfaat (benefit) dan layanan (service) kepada pembeli. Dalam perspektif komunikasi merek, Wijaya (2011; 2012; 2013) mendefinisikan merek sebagai tanda jejak yang tertinggal pada pikiran dan hati konsumen, yang menciptakan makna dan perasaan tertentu (brand is a mark left on the minds and hearts of consumers, which creates a specific sense of meaning and feeling)[5]. Dengan demikian, merek lebih dari sekadar logo, nama, simbol, merek dagang, atau sebutan yang melekat pada sebuah produk. Merek adalah sebuah janji (Morel, 2003)[6]. Merek merupakan sebuah hubungan (McNally & Speak, 2004)[7] –yakni hubungan yang melibatkan sejenis kepercayaan. Sebuah merek adalah jumlah dari suatu entitas, sebuah koneksi psikis yang menciptakan sebuah ikatan kesetiaan dengan seorang pembeli/ calon pembeli, dan hal tersebut meliputi nilai tambah yang dipersepsikan (Post, 2005)[8]. Nilson (1998)[9] menyebutkan sejumlah kriteria untuk menyebut merek bukan sekadar sebuah nama, di antaranya: merek tersebut harus memiliki nilai-nilai yang jelas, dapat diidentifikasi perbedaannya dengan merek lain, menarik, serta memiliki identitas yang menonjol.

Dalam perspektif komunikasi merek, proses pemerekan (branding) memiliki tingkatan-tingkatan tertentu yang sekaligus mengindikasikan sejauh mana perkembangan merek dalam hubungannya dengan kedekatan terhadap konsumen. Tingkatan ini disebut Hierarchy of Branding (Wijaya, 2011; 2012; 2013)[10], mulai dari brand awareness (kesadaran terhadap merek), brand knowledge (pengetahuan tentang merek), brand image (citra merek), brand experience (pengalaman terkait merek), brand loyalty (kesetiaan terhadap merek) hingga brand spirituality (dimensi spiritualitas terkait merek)[5].

Pemerekan (bahasa Inggris: branding) adalah proses penciptaan atau peninggalan tanda jejak tertentu di benak dan hati konsumen melalui berbagai macam cara dan strategi komunikasi sehingga tercipta makna dan perasaan khusus yang memberikan dampak bagi kehidupan konsumen (Wijaya, 2011; 2012; 2013)[5]. Aktivitas pemerekan atau branding merupakan implementasi dari strategi komunikasi merek dan merupakan bagian dari proses pengembangan (nilai) merek.

En otros idiomas
Afrikaans: Handelsmerk
العربية: ماركة
azərbaycanca: Brend
Boarisch: Marke
беларуская: Брэнд
български: Марка (бранд)
বাংলা: মার্কা
bosanski: Marka
Cebuano: Patik
dansk: Mærke
Ελληνικά: Μάρκα
English: Brand
Esperanto: Varomarko
español: Marca
eesti: Bränd
euskara: Marka
فارسی: برند
suomi: Brändi
עברית: מותג
हिन्दी: ब्रांड
hrvatski: Brand
հայերեն: Բրենդ
日本語: ブランド
қазақша: Бренд
한국어: 브랜드
latviešu: Zīmols
македонски: Марка
മലയാളം: ബ്രാൻഡ്
Bahasa Melayu: Jenama
norsk: Merkenavn
português: Marca
русский: Бренд
Scots: Buist
srpskohrvatski / српскохрватски: Brend
Simple English: Brand
slovenčina: Značka (marketing)
slovenščina: Tržna znamka
српски / srpski: Бренд
svenska: Handelsnamn
Tagalog: Tatak
Türkçe: Marka
українська: Бренд
اردو: برانڈ
Tiếng Việt: Nhãn hiệu
中文: 品牌
粵語: 牌子