Evakuasi Dunkerque

Evakuasi Dunkerque atau Operasi Dynamo, dikenal juga dengan sebutan Mukjizat Dunkerque, adalah evakuasi tentara Sekutu dari pantai dan pelabuhan Dunkerque, Perancis, pada tanggal 26 Mei sampai 4 Juni 1940 semasa Perang Dunia II. Operasi ini dirancang ketika sejumlah besar tentara Britania, Perancis, Belgia, dan Kanada terjebak dan dikepung tentara Jerman saat Pertempuran Perancis. Dalam pidato di hadapan Dewan Rakyat, Perdana Menteri Britania Raya Winston Churchill menyebut peristiwa ini "musibah militer yang sangat besar". Ia mengatakan bahwa "seluruh akar dan inti dan otak Angkatan Darat Britania Raya" terjebak di Dunkerque dan akan lenyap atau ditangkap.[5] Dalam pidato We shall fight on the beaches tanggal 4 Juni, Churchill memuji operasi evakuasi mereka sebagai "mukjizat keselamatan".[6]

Usai Jerman Nazi menyerbu Polandia bulan September 1939, Perancis dan Britania Raya menyatakan perang melawan Jerman dan menerapkan blokade ekonomi. Pasukan Ekspedisi Britania Raya (BEF) dikerahkan untuk membantu mempertahankan Perancis. Setelah Perang Phoney, Jerman menyerbu Belgia dan Belanda pada tanggal 10 Mei 1940. Tiga dari korps Panzer Jerman menyerang Perancis lewat hutan Ardennes dan dengan cepat melaju ke Selat Inggris. Pada 21 Mei, pasukan Jerman telah menjebak BEF, sisa-sisa pasukan Belgia, dan tiga pasukan Perancis di sebuah daerah di pesisir utara Perancis. Komandan BEF, Jenderal Viscount Gort, menilai evakuasi melintasi Selat Inggris sebagai keputusan terbaik dan mulai menarik mundur pasukan ke Dunkerque, lokasi terdekat dengan tempat berlabuh yang baik. Pada tanggal 22 Mei 1940, perintah pencegahan dikeluarkan oleh Komando Tinggi Jerman atas persetujuan Adolf Hitler. Tugas pencegahan evakuasi dilimpahkan ke Luftwaffe yang terlibat pertempuran melawan Angkatan Udara Kerajaan sampai perintah ini dicabut tanggal 26 Mei. Pasukan Sekutu yang terjebak mendapat kesempatan untuk membangun pertahanan dan menarik tentara ke Dunkerque dalam rangka Pertempuran Dunkerque. Pada tanggal 28–31 Mei 1940, dalam Pengepungan Lille, 40.000 tentara sisa dari Angkatan Darat Pertama Perancis berusaha menghambat tujuh divisi Jerman, termasuk tiga divisi Panzer.

Pada hari pertama, hanya 7.669 tentara yang dievakuasi. Pada akhir hari kedelapan, 338.226 tentara telah dievakuasi oleh armada dadakan yang terdiri dari 800 kapal. Banyak tentara yang diberangkatkan lewat dermaga ke 39 kapal perang Britania dan kapal-kapal besar lainnya, sedangkan tentara lainnya harus menyeberangi pantai dan menunggu berjam-jam dengan air setinggi bahu. Sebagian diangkut dari pantai ke kapal yang lebih besar oleh kapal-kapal kecil Dunkerque, sebutan untuk ratusan kapal dagang, kapal nelayan, kapal pesiar, dan sekoci yang dikerahkan dalam operasi darurat ini. BEF kehilangan 68.000 tentara sepanjang kampanye Perancis dan harus meninggalkan hampir semua tank, kendaraan, dan alutsista lainnya.

Dalam pidato di hadapan Dewan Rakyat tanggal 4 Juni, Churchill mengingatkan bangsanya bahwa "kita perlu berhati-hati, jangan sampai penyelamatan ini dipandang sebagai kemenangan. Evakuasi bukanlah jalan untuk memenangi perang."[7]

En otros idiomas
български: Операция Динамо
čeština: Operace Dynamo
къарачай-малкъар: Дюнкерк операция
Lëtzebuergesch: Operatioun Dynamo
Bahasa Melayu: Pengungsian Dunkirk
Nederlands: Operatie Dynamo
norsk nynorsk: Operasjon Dynamo
português: Operação Dínamo
srpskohrvatski / српскохрватски: Operacija Dynamo
Simple English: Dunkirk evacuation
slovenčina: Operácia Dynamo
slovenščina: Operacija Dinamo
српски / srpski: Операција Динамо
Tiếng Việt: Chiến dịch Dynamo