Erzsébet dari Hongaria

Santa Erzsébet dari Hongaria
Sainte Elisabeth de Hongrie-Musée de l'Oeuvre Notre-Dame-freigestellt.jpg
Santa Erzsébet dari Hongaria
seniman Bayern (pada sekitar tahun 1520), Musée de l’Œuvre Notre-Dame, Strasbourg
Janda
Lahir7 Juli 1207
Pressburg, Kerajaan Hongaria (kini Bratislava, Slowakia)
Wafat17 November 1231 (umur 24)
Marburg, Landgrafschap Thüringen, Kekaisaran Romawi Suci (kini Hessen, Jerman)
Dihormati dalamGereja Katolik Roma
Gereja Anglikan
Gereja Lutheran
Dikanonisasi28 Mei 1235, Perugia, Italia oleh Paus Gregorius IX
Tempat ziarahGereja Elisabeth (Marburg)
Pesta17 Nopember
19 Nopember (Kalender Romawi Umum 1670-1969)[1]
AtributKembang, Mahkota, Keranjang Makanan
Pelindungrumah sakit, perawat, tukang roti, pengantin, adipati wanita, anak-anak yang mati, orang buangan, tunawisma, perenda, tersier dan janda

Santa Erzsébet dari Hongaria (bahasa Jerman: Heilige Elisabeth von Thüringen atau Heilige Elisabeth von Ungarn, bahasa Hongaria: Árpád-házi Szent Erzsébet, lahir 7 Juli 1207 – meninggal 17 November 1231 pada umur 24 tahun)[2] merupakan seorang Puteri Hongaria dan Santa Katolik yang dikenal baik di Jerman dan Hongaria.[3] Menurut tradisi, ia dilahirkan di sebuah kastil di Sárospatak, Hongaria, pada tanggal 7 Juli, 1207.[4][5][6]

Ia merupakan putri Raja András II dari Hongaria dan Gertrud dari Andechs-Merania, dan pada usia 4 tahun ia dibawa ke rumah para pemimpin Thüringen di Jerman Tengah, untuk menjadi calon mempelai yang akan menguatkan ikatan politik di antara keluarga. Erzsébet menikah pada usia 14 tahun dan menjadi janda pada usia 20 tahun, ia mendermakan kekayaannya untuk menolong yang miskin, membangun rumah sakit, dan menjadi simbol amal umat kristen di Jerman dan di seluruh penjuru setelah kematiannya pada usia 24 tahun.

Masa Kecil & Pernikahan

Sebuah khotbah yang tercetak pada tahun 1497 oleh Franciscan Osvaldus de Lasco, sebuah gereja resmi di Hongaria, adalah yang pertama dinamakan Sarospatak sebagai tempat lahir Santa, yang kemungkinan adalah bangunan tradisional lokal. Kebenaran dari riwayat ini bukan tanpa cela: Osvaldus juga mengubah keajaiban bunga mawar (lihat di bawah) menjadi masa kecil Erzsébet di Sárospatak, dan membuatnya meninggalkan Hongaria pada usia 5 tahun.[7]

Menurut sumber yang lebih kontemporer dan sangat dapat dipercaya, Elisabeth meninggalkan Hongaria pada usia 4 tahun, sebagai calon mempelai Ludwig IV dari Thüringen. Beberapa orang sejarawan mengutarakan bahwa sesungguhnya kakak Ludwig, Hermann adalah yang tertua, dan bahwa sesungguhnya Erzsébet adalah calon mempelainya sampai ia meninggal pada tahun 1232, namun kebenaran tersebut diragukan. Setidaknya sebuah kejadian besar pernah tercatat di dalam sumber-sumber asli yang masih ada, dan hal ini tidak terjadi. Sebaliknya, pada abad ke-14 Cronica Reinhardsbrunnensis secara rinci menamakan Hermann sebagai putra kedua. Di samping itu, satu-satunya dokumen temporer (yang berasal dari tanggal 29 Mei 1214) mendukung gugatan Hermann sebagai anak sulung dengan mencantumkan namanya sebelum Ludwig di sebuah biara di Hessen. Hal ini sebenarnya mendukung gugatan bahwa Hermann adalah anak bungsu di antara mereka, karena Hessen secara tradisional adalah wilayah kekuasaan untuk anak kedua, dan adalah normal jika namanya disebut lebih dahulu, karena dokumen ini berkaitan dengan wilayahnya.[8]

Pada tahun 1221, pada usia 14 tahun, Erzsébet menikah dengan Ludwig; dan pada tahun yang sama ia diberikan tahta sebagai Ludwig IV, dan pernikahan tersebut tampaknya bahagia. Pada tahun 1223, Biarawan Fransiskan tiba, dan remaja Erzsébet tidak hanya belajar tentang cita-cita Fransiskus dari Assisi, tetapi juga mulai mendalaminya. Ludwig tidak kecewa dengan usaha amal istrinya dan percaya bahwa dengan mendistribusikan kekayaannya menolong yang miskin akan memberinya hadiah keabadian; ia dimuliakan di Thüringen sebagai santo (tanpa dikanoninasi di gereja seperti istrinya).

Juga pada waktu yang bersamaan seorang pastur dan kemudian Jaksa Pengadilan Konrad von Marburg—seorang pria yang kasar—mendapatkan kekuasaan yang cukup besar atas Elizabeth, ketika ia ditunjuk sebagai penerima pengakuan dosa-nya.

Pada musim semi tahun 1226, ketika banjir, kelaparan, dan wabah malapetaka menimpa Thüringen, Ludwig, pendukung setia Hohenstaufen Friedrich II, Kaisar Romawi Suci, mewakili junjungannya di Reichstag (Parlemen Negara) di Cremona. Erzsébet mengendalikan urusan dalam negeri dan zakat didistribusikan kesemua bagian wilayah mereka, bahkan juga mendermakan jubah kenegaraan beserta hiasannya kepada orang miskin. Di bawah Kastil Wartburg, ia membangun sebuah rumah sakit dengan 28 ranjang dan mengunjunginya setiap hari untuk merawat mereka yang sakit.

Hidup Erzsébet berubah dengan drastis pada tanggal 11 September, 1227 ketika Ludwig bergabung dengan Perang Salib Keenam, ia meninggal terkena wabah di Otranto, Italia. Jenazahnya dikembalikan pada Erzsébet pada tahun 1228 dan dimakamkan di Reinhardsbrunn; ketika mendengar kabar kematian suaminya, Erzsébet konon mengatakan, "Ia sudah mati. Sepertinya untukku seluruh dunia mati hari ini."[9]

En otros idiomas
brezhoneg: Elesbed Hungaria
Lëtzebuergesch: Elisabeth vun Thüringen
slovenščina: Elizabeta Ogrska