Batupasir

Bagian interior batupasir merah di Arizona, AS.

Batupasir (Bahasa Inggris: sandstone) adalah Batuan Sedimen yang terutama terdiri dari mineral berukuran pasir atau butir-butir batuan. Sebagian besar batupasir terbentuk oleh kuarsa atau feldspar karena mineral-mineral tersebut paling banyak terdapat di kulit bumi. Seperti halnya pasir, batupasir dapat memiliki berbagai jenis warna, dengan warna umum adalah coklat muda, coklat, kuning, merah, abu-abu dan putih. Karena lapisan batupasir sering kali membentuk karang atau bentukan topografis tinggi lainnya, warna tertentu batupasir dapat dapat diidentikkan dengan daerah tertentu. Sebagai contoh, sebagian besar wilayah di bagian barat Amerika Serikat dikenal dengan batupasir warna merahnya.

Batupasir tahan terhadap cuaca tetapi mudah untuk dibentuk. Hal ini membuat jenis batuan ini merupakan bahan umum untuk bangunan dan jalan. Karena kekerasan dan kesamaan ukuran butirannya, batupasir menjadi bahan yang sangat baik untuk dibuat menjadi batu asah (grindstone) yang digunakan untuk menajamkan pisau dan berbagai kegunaan lainnya. Bentukan batuan yang terutama tersusun dari batupasir biasanya mengizinkan perkolasi air dan memiliki pori untuk menyimpan air dalam jumlah besar sehingga menjadikannya sebagai akuifer yang baik.

Asal Batupasir

Batupasir asalnya adalah klastik ( lawan dari organik, seperti kapur dan batubara; atau kimia, seperti gipsum dan jasper).[1] Batupasir terbentuk dari butiran yang tersemen yang kemudian disebut fragmen dari batuan asal atau fragmen dari kristal-kristal mineral. Semen yang mengikat butir-butir bersama biasanya merupakan kalsit, lempung, dan silika. Ukuran butir batupasir (di geologi) adalah berkisar dari 0,0625 mm hingga 2 mm (0,002-0,79 inci). Lempung dan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dan tak terlihat oleh mata telanjang (seperti batulanau dan shale), biasanya disebut ; sedang batuan dengan ukuran butir lebih besar ( breksi dan konglomerat) disebut .

Pembentukan Batupasir terjadi dua tahap. Pertama, sebuah perlapisan atau kumpulan perlapisan terakumulasi sebagai akibat dari sedimentasi, baik oleh air ( di aliran, danau, atau laut) atau oleh udara ( di padang pasir). Biasanya, Sedimentasi terjadi ketika pasir terlepas dari suspensi dimana pasir tersebut menggelinding atau terseret di sepanjang dasar aliran atau di bagian bawah tubuh air( juga di padang pasir). Akhirnya, ketika telah berakumulasi, pasir berubah menjadi batupasir ketika dikompaksi oleh tekanan dan endapan diatasnya serta disementasi oleh presipitasi mineral-mineral di dalam pori-pori antar butiran.

En otros idiomas
Afrikaans: Sandsteen
aragonés: Piedra d'arena
العربية: حجر رملي
asturianu: Gres
Boarisch: Sandstoa
беларуская: Пясчанік
беларуская (тарашкевіца)‎: Пяшчанік
български: Пясъчник
català: Gres
ᏣᎳᎩ: ᏃᏯᏅᏯ
čeština: Pískovec
Cymraeg: Tywodfaen
dansk: Sandsten
Deutsch: Sandstein
Ελληνικά: Ψαμμίτης
English: Sandstone
Esperanto: Grejso
español: Arenisca
eesti: Liivakivi
euskara: Hareharri
فارسی: ماسه‌سنگ
suomi: Hiekkakivi
Võro: Liivakivi
Gàidhlig: Clach-ghainmhich
galego: Arenita
עברית: אבן חול
हिन्दी: बलुआ पत्थर
hrvatski: Pješčenjak
magyar: Homokkő
հայերեն: Ավազաքար
Ido: Greso
íslenska: Sandsteinn
italiano: Arenaria
日本語: 砂岩
ქართული: ქვიშაქვა
한국어: 사암
Кыргызча: Кумдук
Lëtzebuergesch: Sandsteen
Limburgs: Zandjsjtein
lietuvių: Smiltainis
latviešu: Smilšakmens
Bahasa Melayu: Batu pasir
Nederlands: Zandsteen
norsk nynorsk: Sandstein
norsk: Sandstein
occitan: Gres
polski: Piaskowiec
پنجابی: ریتلا پتھر
português: Arenito
русский: Песчаник
Scots: Saundstane
srpskohrvatski / српскохрватски: Peščar
Simple English: Sandstone
slovenčina: Pieskovec
slovenščina: Peščenjak
српски / srpski: Пешчар
svenska: Sandsten
தமிழ்: மணற்கல்
Türkçe: Kumtaşı
українська: Пісковик
oʻzbekcha/ўзбекча: Qumtosh
Tiếng Việt: Cát kết
中文: 砂岩