Asam absisat

Asam absisat
Gambar
Identifikasi
SingkatanABA
Nomor CAS21293-29-8
PubChem5280896
ChemSpider4444418
SMILESO=C1\C=C(/[[email protected]](O)(\C=C\C(=C/C(=O)O)C)C(C)(C)C1)C
InChI1/C15H20O4/c1-10(7-13(17)18)5-6-15(19)11(2)8-12(16)9-14(15,3)4/h5-8,19H,9H2,1-4H3,(H,17,18)/b6-5+,10-7-/t15-/m1/s1
Sifat
Rumus molekulC15H20O4
Titik lebur
Titik didih120 °C (menyublim)
Kelarutansangat larut dalam aseton, EtOH dan CHCl3
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25 °C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Asam absisat adalah molekul seskuiterpenoid (memiliki 15 atom karbon) yang merupakan salah satu hormon tumbuhan.[2] Selain dihasilkan secara alami oleh oleh tumbuhan, hormon ini juga dihasilkan oleh alga hijau dan cendawan.[2] Hormon ini ditemukan pada tahun 1963 oleh Frederick Addicott. Addicott berhasil mengisolasi senyawa abscisin I dan II dari tumbuhan kapas.[2] Senyawa abscisin II kelak disebut dengan asam absisat, disingkat ABA[2]. Pada saat yang bersamaan, dua kelompok peneliti lain yang masing-masing dipimpin oleh Philip Wareing dan Van Steveninck juga melakukan penelitian terhadap hormon tersebut.[2]

Fungsi

Pada tanaman kapas yang tahan kadar garam tinggi ditemukan adanya peningkatan konsentrasi ABA pada bagian akar, daun, dan xilem.

Asam absisat berperan penting pemulaian (inisiasi) dormansi biji.[3] Dalam keadaan dorman atau "istirahat", tidak terjadi pertumbuhan dan aktivitas fisiologis berhenti sementara.[3] Proses dormansi biji ini penting untuk menjaga agar biji tidak berkecambah sebelum waktu yang tidak dikehendaki.[3] Hal ini terutama sangat dibutuhkan pada tumbuhan tahunan dan tumbuhan dwimusim yang bijinya memerlukan cadangan makanan di musim dingin ataupun musim panas panjang[3]

Tumbuhan menghasilkan ABA untuk maturasi biji dan menjaga biji agar berkecambah di musim yang diinginkan.[3]

ABA juga sangat penting untuk menghadapi kondisi cekaman lingkungan, seperti kekeringan. Hormon ini merangsang penutupan stomata pada epidermis daun dengan menurunkan tekanan osmotik dalam sel dan menyebabkan turgor sel[4]. Akibatnya, kehilangan cairan tanaman yang disebabkan oleh transpirasi melalui stomata dapat dicegah. ABA juga mencegah kehilangan air dari tubuh tumbuhan dengan membentuk lapisan epikutikula atau lapisan lilin.[4] Selain itu, ABA juga dapat menstimulasi pengambilan air melalui akar. [5] Selain untuk menghadapi kekeringan, ABA juga berfungsi dalam menghadapi lingkungan dengan suhu rendah dan kadar garam atau salinitas yang tinggi.[6] Peningkatan konsentrasi ABA pada daun dapat diinduksi oleh konsentrasi garam yang tinggi pada akar.[6]. Dalam menghadapi musim dingin, ABA akan menghentikan pertumbuhan primer dan sekunder[4] Hormon yang dihasilkan pada tunas terminal ini akan memperlambat pertumbuhan dan memicu perkembangan primordia daun menjadi sisik yang berfungsi melindungi tunas dorman selama musim dingin.[4]. ABA juga akan menghambat pembelahan sel kambium pembuluh. [4]

En otros idiomas
العربية: حمض التسقيط
English: Abscisic acid
magyar: Abszcizinsav
Basa Jawa: Asam absisat
한국어: 아브시스산
Nederlands: Abscisinezuur
português: Ácido abscísico
srpskohrvatski / српскохрватски: Apscisinska kiselina
slovenčina: Kyselina abscisová
svenska: Abskisinsyra
Türkçe: Absisik asit
українська: Абсцизова кислота
中文: 脱落酸